pengemis

by kkhairina

Kaki aku kaku sebentar, lutut aku kembali berketar,
Apa benar perarakan ini bisa menuju ke hadapan?
Apa benar lintasan ini tegak lurus, bukan satu khayalan?

Soalan-soalan rancak bermain di minda, tidak bermakna aku harus berhenti berjalan.
Setiap tapak yang dilangkah aku bertemankan harapan,
Aku seolah-olah pengemis jalanan,
Mencari sesuap iman, demi secebis bekalan.

Advertisements